Rapat Pertemuan Lanjutan Pembangunan Pilar Batas Negara




Napan, 31 Juli 2025 – Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat YON ARH 15/DBY, yang diwakili oleh Pasiops Lettu Arh Wikan Prawira G. beserta tujuh anggota, menghadiri rapat pertemuan lanjutan antara Ketua Tim BIG Indonesia dan Ketua Tim Teknik Timor Leste. Acara tersebut berlangsung di Wisma Indonesia PLBN Napan dan bertujuan untuk membahas rencana pembangunan 100 pilar batas negara.

Turut hadir dalam pertemuan ini Bapak Edy (Ketua BIG) beserta staf, Ketua BPPD3, Patop Satgas Kapten Ctp Edy, Danki SSK III Lettu Arh Suparlan, serta Danpos Inbate Lettu Arh Susandar, Danpos Nino Serka Didik K., Danpos Baen Letda Arm Sajid, dan para staf PLBN. Rombongan dari Timor Leste juga hadir dipimpin oleh Bapak Vanio Florifal beserta 17 anggota.

Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa pembangunan 100 pilar harus dapat diselesaikan tepat waktu sesuai anggaran pemerintah Indonesia. Rencana pembangunan dari pihak Timor Leste dijadwalkan dapat dilaksanakan secepatnya pada minggu ini, dimulai dari dua titik, yaitu titik akhir pembangunan di Pos Baen.

Hasil survei menunjukkan adanya selisih jarak pada pengukuran titik pilar, mulai dari 1,5 cm hingga 80 cm dari batas negara yang ada. Pencocokan tiga pilar Border Monumen akan dimulai pada Selasa, 29 Juli 2025, untuk mencari toleransi jarak yang digunakan, menggunakan alat RTK yang dimiliki oleh BIG. Kesepakatan awal menunjukkan kemungkinan toleransi berjarak 50 cm.

Dalam pertemuan ini, juga dibahas masalah area kebun warga yang berada di Patok 36 dan Patok 37, yang keluar dari batas negara menuju Timor Leste, serta Patok 34 hingga 35 yang berada di kebun Qibiselo, keluar batas negara menuju Indonesia. Hal ini telah disampaikan kepada pemerintah daerah dan Bapak Bupati TTU.

Rencana pembangunan 20 pilar auxiliar di wilayah Oepoli hingga Citrana dijadwalkan mulai 4 Agustus 2025 hingga 14 Agustus 2025, dengan dilakukan survei oleh kedua negara sebelum pelaksanaan pembangunan pilar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar